NADIKABAR.COM — Peristiwa tragis menimpa Slamet Timbang (57), warga Dusun Pondok Jeruk, Desa Wringinagung, Kecamatan Jombang, Jember. Pria paruh baya itu tewas seketika usai tertimpa kanopi bangunan apotek yang mendadak ambruk di tengah kemeriahan acara karnaval dan parade *sound horeg*.
Berikut kronologi lengkap insiden tragis tersebut berdasarkan penelusuran fakta di lapangan dan keterangan pihak kepolisian.
Aktivitas *cek sound system* dengan getaran keras digelar warga untuk menyambut agenda karnaval desa. Getaran bervolume tinggi tersebut disinyalir menjadi pemicu munculnya retakan pada konstruksi bangunan apotek yang kondisinya memang sudah tua dan lapuk.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 10.15 WIB, Slamet Timbang bersama istrinya tiba di area apotek Desa Wringinagung. Sang istri masuk ke dalam untuk membeli obat, sementara Slamet memilih berdiri menunggu di pelataran luar apotek.
Sekitar Pukul 10.30 WIB terdengar suara dentuman keras yang mengejutkan warga di lokasi. Ternyata itu adalah konstruksi kanopi dan tembok apotek yang roboh tanpa peringatan lalu menimpa tubuh korban hingga meninggal di tempat kejadian.
Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian, Ulum, menceritakan detik peristiwa mendadak tersebut.
"Korban pas menunggu istrinya beli obat. Tidak selang berapa saat ada suara keras dan korban sudah tersungkur tertimpa tembok. Kondisinya meninggal di tempat," katanya, Minggu (30/8/2026).
Ulum menduga robohnya konstruksi tersebut dipicu oleh kondisi bangunan yang sudah tidak layak serta imbas getaran suara keras dari acara sehari sebelumnya.
"Robohnya dinding apotek tersebut sepertinya akibat struktur bangunan yang sudah tua dan lapuk," ujarnya.
"Bangunannya sepertinya sudah tua. Kemungkinan juga karena getaran suara cek sound yang sangat keras semalam, jadi bangunannya retak lalu ambruk hari ini," tandasnya.
Warga bersama aparat kepolisian yang berada di lokasi langsung berhamburan mendekat untuk melakukan proses evakuasi. Petugas gabungan dibantu warga segera mengevakuasi jasad korban, sementara area sekitar kejadian langsung dipasangi garis polisi.
Kapolsek Jombang Iptu Imam Kusuma mengonfirmasi bahwa korban meninggal akibat tertimpa kanopi bangunan apotek.
"Korban meninggal diakibatkan kejatuhan dari kanopi. Benar ada kejadian tertimpa kanopi, namun masih dalam penyelidikan (lidik) petugas," ujar Iptu Imam Kusuma.
Selain faktor kondisi fisik bangunan dan getaran sound system, polisi menemukan petunjuk lain berupa keberadaan kabel terputus di sekitar TKP yang diduga sempat tersangkut armada kendaraan karnaval.
"Diduga ada kabel terputus. Apakah mungkin tersangkut oleh truk yang akan melaksanakan kegiatan karnaval, ini masih dalam penyelidikan. Kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut setelah tim dari Reskrim Polsek Jombang melaksanakan olah TKP," paparnya.
Saat ini jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di Desa Wringinagung.
"Jenazah korban saat ini telah diserahkan kepada pihak keluarga dan dimakamkan," ujarnya.
Guna mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari, pihak kepolisian meminta warga untuk selalu berhati-hati saat menyelenggarakan maupun mengikuti kegiatan di jalan raya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tertib, berhati-hati, dan selalu waspada," tandasnya.