NADIKABAR.COM — Panitia membeberkan kronologi insiden wasit bernama Fredi menjadi korban pemukulan seusai memimpin pertandingan turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 di Stadion Ora Flobamorata, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fredi dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo sesuai pemukulan tersebut.

Fredi dipukul di bagian rahang kiri di tengah lapangan oleh pelatih Komodo United, Romanus Novri. Aksi kekerasan itu terjadi seusai Komodo United kalah 0-1 melawan Black Crown.

Video insiden yang terjadi pada Jumat (4/9/2026) sore itu viral di media sosial. Panitia Open Turnamen PSSI Cup II Manggarai Barat 2026 mengecam pemukulan wasit tersebut dan menjelaskan kronologi kejadiannya.

Ketua Pelaksana Harian turnamen tersebut, Rofinus Edison Risal, mengungkapkan insiden itu terjadi dalam pertandingan perebutan tiket semifinal. Pria yang disapa Ical itu mengatakan pertandingan Black Crown vs Komodo United pada hari kejadian itu merupakan pertandingan tambahan waktu 2x15 menit setelah pertandingan pada hari sebelumnya imbang 0-0.

Pertandingan dilanjutkan keesokan harinya, Jumat (4/9/2026) karena waktu sudah malam untuk melanjutkan pertandingan tambahan waktu.

"Pada awalnya, pertandingan berlangsung dengan baik dan normal," kata Ical dalam konferensi pers di Stadion Ora Flobamorata, Labuan Bajo, Sabtu (5/2026). Konferensi pers itu juga dihadiri ketua PSSI Manggarai Barat Marianus Yono Jehanu.

Menurut Ical, tensi pertandingan meningkat dan situasi di lapangan menjadi lebih panas seusai Black Crown berhasil membobol gawang Komodo United. Gol kemenangan itu tercipta pada menit ke-97 Sekitar menit ke-110, Fredi meniup peluit panjang yang menandakan berakhirnya pertandingan.