NADIKABAR.COM — Panen raya padi dan bawang merah berlangsung di Desa Truni, Kecamatan Babat, Lamongan. Produktivitas padi di wilayah tersebut mencapai lebih dari 11,5 ton per hektare dan diperkirakan bisa menembus 12-12,5 ton per hektare.
Panen raya tersebut dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi pada Selasa (15/9/2026). Selain padi, petani Desa Truni juga memanen bawang merah yang dibudidayakan di lahan hampir 2 hektare.
"Alhamdulillah ini salah satu panen raya di Kecamatan Babat, khususnya di Desa Truni. Ada yang spesial hari ini, karena selain padi juga ada bawang merah sekitar dua hektare," kata Yuhronur.
Yuhronur menilai, hasil panen tahun ini cukup menggembirakan. Salah satu faktor yang mendukung produktivitas pertanian di Desa Truni adalah ketersediaan air karena wilayah tersebut berada dekat dengan Bengawan Solo. Kondisi tersebut memungkinkan petani melakukan penanaman sepanjang tahun tanpa harus menunggu datangnya musim hujan.
"Setelah panen jangan lama-lama, segera tanam lagi. Karena di sini tidak ada kesulitan, tidak perlu menunggu musim hujan," ujarnya.
Pemkab Lamongan, lanjut Yuhronur, terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui pembangunan jaringan irigasi, bantuan perpompaan, jalan usaha tani dan berbagai sarana pertanian lainnya.