Aspirasi petani mengenai pembangunan tanggul juga akan ditindaklanjuti pemerintah untuk memperkuat sistem pengairan di kawasan pertanian. Selain itu, bantuan irigasi perpompaan dan perpipaan terus ditambah sebagai langkah antisipasi kekeringan. Saat ini sekitar 270 unit pompa telah tersedia di Kabupaten Lamongan untuk mendukung kebutuhan pengairan pada musim tanam.

Petani bawang merah Desa Truni, Marmin mengatakan, hasil panen tahun ini masih memberikan keuntungan meski harga bawang merah tidak berada pada level yang terlalu tinggi.

"Alhamdulillah masih dapat untung. Harganya tidak terlalu mahal, tidak terlalu rendah, pokoknya stabil," kata Marmin.

Budidaya bawang merah di lahan hampir 2 hektare itu juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat musim panen, sekitar 15 orang per hari terserap sebagai tenaga kerja. Marmin berharap dukungan pemerintah kepada petani terus diberikan, terutama terkait penyediaan bibit dan pemasaran hasil panen.

Menurutnya, kepastian harga menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani. "Yang dibutuhkan itu kepastian harga. Kalau saat panen harganya bagus, petani juga bisa lebih sejahtera," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (FK P4S) Lamongan sekaligus pengurus FK P4S Provinsi Jawa Timur, Bambang Supriyanto, menekankan pentingnya peningkatan sumber daya manusia (SDM) petani di tengah modernisasi pertanian.