"Dan tentu pembinaan-pembinaan anak-anak usia dini harus jauh lebih diperhatikan," ucapnya.
Persib menurut Zaini mulai memasuki fase ketika sepak bola tidak lagi sekadar soal pertandingan 90 menit. Dengan kekuatan komersial yang terus berkembang dan dukungan sponsor yang besar, Persib dinilai memiliki modal untuk membangun klub dengan standar yang semakin tinggi.
"Bukan tidak mungkin kalau sekarang industri sepak bola itu Persib sudah mulai memainkan perannya, bukan tidak mungkin Persib bakal seperti klub-klub kelas Eropa dengan 16 jumlah sponsor itu begitu luar biasa. Jadi tidak ada kata lain kalau prestasi Persib harus turun (prestasinya)," tuturnya.
Beban Persib musim ini pun semakin berat. Selain mempertahankan dominasi di kompetisi domestik, Maung Bandung akan menjalani persaingan di level Asia melalui AFC Champions League Two serta ASEAN Club Championship.
Karena itu, Zaini berharap kemegahan Pesta Biru menjadi titik awal untuk menjaga standar Persib sepanjang musim, bukan hanya pada malam peluncuran.
"Jadi betul-betul saya mengapresiasi buat manajemen dan mudah-mudahan pemain juga semua termasuk Bobotoh terutama kalau di stadion harus juga bisa menjaga diri dan sama-sama semua saling mengingatkan," pungkasnya.