"Menulis adalah agensi strategis. Mari meramaikan narasi publik dengan isu-isu perempuan, tidak hanya bacaan saja, tetapi melalui catatan yang bisa kita tinggalkan," ujarnya.

Dalam acara yang dihadiri aktivis perempuan dan jurnalis tersebut, Rerie berharap Woman's Writing Clinic tidak berhenti sebagai pelatihan sehari. Ia menargetkan kegiatan itu dapat menghasilkan sebuah buku yang memuat tulisan para peserta sebagai catatan perjuangan perempuan.

"Perempuan tidak kekurangan gagasan. Yang diperlukan adalah keberanian menuliskannya di ruang publik agar tulisan itu dibaca, diperdebatkan, dan memengaruhi keputusan," pungkas Rerie.