"Fasilitas kesehatan di Sidoarjo sudah memiliki tata cara penanganan limbah medis sesuai aturan. Kami akan terus melakukan pengawasan agar kejadian seperti ini tidak terjadi dari fasilitas kesehatan di Sidoarjo," jelasnya.

Temuan jarum suntik tersebut menjadi perhatian karena limbah medis, khususnya benda tajam seperti jarum suntik, memiliki risiko membahayakan masyarakat apabila dibuang tanpa pengelolaan yang tepat.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memastikan koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya akan terus dilakukan hingga sumber limbah diketahui secara jelas dan langkah pencegahan dapat diterapkan.

"Kami akan berkoordinasi secara intensif dengan pihak Kota Surabaya supaya kejadian seperti ini tidak terulang kembali," pungkas Lakhsmie.