Lantaran rumah dalam kondisi kosong, komunikasi dilakukan via telepon. Ervan meluruskan kabar yang menyebut stafnya menekan korban untuk hadir sendiri tanpa suami atau memaksa menghapus video saat itu juga.
"Teman-teman menyampaikan tujuan kumpul di kantor untuk mediasi mencari titik tengah. Kalau sepakat dan saling memaafkan, disarankan bisa me-take down video agar tidak makin ramai. Jadi bukan menekan," jelas Ervan.
Mengenai kehadiran suami, Ervan menegaskan pihak kelurahan tidak pernah melarang pengunggah video didampingi oleh suaminya.
"Mbaknya bilang hari itu tidak bisa karena harus didampingi suami yang masih kerja. Staf kami menjawab tidak apa-apa jika mau datang besoknya (Jumat) bersama suami. Jadi kurang tepat kalau dibilang harus datang saat itu juga dan sendirian," tutur Ervan.