Ervan juga mengaku telah berupaya menjalin komunikasi langsung, bahkan menawarkan diri untuk mendatangi rumah pengunggah video secara personal guna memfasilitasi dialog secara kekeluargaan. Namun, upaya itu belum membuahkan hasil karena pengunggah masih berhalangan dan belum memberikan respons kembali.
Pihak Kelurahan Ngaglik berharap kedua belah pihak dapat saling berlapang dada dan mau duduk bersama dalam proses mediasi tertulis demi menjaga kerukunan antar tetangga.
"Saya sebagai pihak yang netral ingin warga rukun. Kalau perlu nanti ada hitam di atas putih, pelaku mengakui kesalahan dan tidak mengulang lagi. Kami berharap kedua pihak mau berkomunikasi dan bertemu untuk mediasi," tandasnya.