Namun, pendepakan Macklemore justru memantik aksi solidaritas di balik layar. Deretan musisi pembuka lainnya, seperti Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe, hingga sebagian besar anggota band pengiring Sheeran dilaporkan ikut mundur dari tur tersebut.
Situasi itu akhirnya membuat Ed Sheeran buka suara dengan berdalih bahwa pencoretan itu adalah keputusan mutlak promotor. Ia juga membela diri soal keengganannya bicara politik demi menjaga ruang aman bagi penontonnya yang beragam, terutama anak-anak.
"Hanya karena saya memilih untuk tidak berbicara di depan umum, bukan berarti saya tidak peduli," tulis Sheeran kala itu yang justru makin memanen kecaman publik.
Namun, kritik tajam tampaknya sukses membuat pelantun Shape of You itu luluh dan mengubah sikap. Pada pertunjukan di Philadelphia, perdana setelah mendepak Macklemore, Sheeran bersuara menyinggung konflik tersebut.
Ia menilai tragedi 7 Oktober di Israel sebagai hal yang mengerikan, tapi di saat yang sama ia juga mengutuk keras invasi militer yang terjadi selanjutnya.
"Apa yang terjadi di Gaza adalah bencana dan tidak dapat dibenarkan, serta tidak proporsional," tegas Sheeran yang juga menyoroti ketidakadilan sistematis di kawasan Tepi Barat.
Terlepas dari drama panjang tersebut, Macklemore kini dijadwalkan meneruskan tur Free Palestine tersebut ke Paris pada Kamis (29/10) dan menutupnya di London pada Jumat (30/10).