NADIKABAR.COM — Macklemore kembali menyuarakan dukungannya untuk Palestina dalam tur konser Free Palestine, di Dublin, Irlandia. Ia kini mengatakan "Free Palestine" menjadi kata yang begitu mengancam bagi sebagian orang.
Konser tersebut berlangsung lebih dari satu bulan setelah dirinya didepak secara paksa dari daftar penampil pembuka tur Ed Sheeran gara-gara pidato politiknya di atas panggung.
"Enam minggu lalu, hanya butuh dua kata. Dua kata yang berakar pada cinta dan pembebasan," ucap Macklemore merujuk pada seruan yang membuatnya kehilangan pekerjaan, seperti diberitakan Variety, Senin (26/10).
"Itu bukan untuk menentang siapa pun, bukan memecah belah. Bukan seruan untuk kebencian. Tapi seruan untuk mengakui kemanusiaan kita bersama. Free Palestine! Saya bilang bebaskan Palestina!"
Macklemore kemudian menyatakan bahwa ia menyayangkan bagaimana frasa tersebut justru memancing kemarahan dan ketakutan sejumlah pihak.
"Namun, dua kata itu sangat mengancam beberapa orang. Mereka lebih suka membungkam dua kata itu daripada menghadapi apa arti sebenarnya," tuturnya.
Ia mengaku tak habis pikir seruan itu malah memicu perdebatan yang lebih kontroversial dibandingkan penderitaan nyata warga sipil di Gaza, di mana keluarga-keluarga hancur, hingga orang tua terpaksa menarik anak-anak mereka dari balik puing-puing bangunan.
"Karena kebebasan yang menuntut penindasan orang lain bukanlah kebebasan sama sekali," keluhnya tajam di atas panggung.