Dalam prosesnya, kehadiran Kercal dimulai dengan pembuatan sampel, pengembangan desain material, hingga pengujian performa akustik. Pengujian dilakukan di ERIC Acoustics Lab, Faculty of Engineering, UGM pada 17 Juli 2026 menggunakan standar pengujian ISO 10534-2 dan ASTM E1050-10.

Hasilnya, Kercal memiliki kemampuan penyerapan suara dengan nilai koefisien absorpsi sebesar 0,408 pada frekuensi 1000 Hz, serta menunjukkan efektivitas penyerapan yang lebih tinggi pada rentang frekuensi 1600-6300 Hz.

Tim juga telah melakukan pengurusan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai bentuk perlindungan terhadap inovasi yang dikembangkan. Setelah Kercal sudah siap, tim kemudian menyiapkan berbagai kebutuhan kompetisi, dari penyusunan poster, materi presentasi, hingga video inovasi.

Berbagai upaya ini, kini terbayar manis dengan capaian medali perak yang sudah dicapai.

Sebelum berkompetisi di China, inovasi Ariz dan Radjabani ini telah mengikuti proses seleksi yang panjang. Mereka bermula dengan memenangkan ajang INNOPA atau kompetisi tingkat universitas di UMS.

Berhasil melewati seleksi internal, keduanya mendapat dukungan universitas dan berangkat ke ajang internasional. Ariz membeberkan bila keunggulan Kercal terletak pada pemanfaatan limbah lokal.