Kompetisi di China menurutnya sangat kompetitif dengan berbagai teknologi maju dari berbagai belahan dunia. Tetapi, Kercal berhasil menarik perhatian karena memberikan solusi nyata.

"Para juru internasional sangat mengapresiasi Kercal karena dinilai memberikan solusi nyata berbasis ekonomi sirkular bagi permasalahan lingkungan global," paparnya.

Radjabani juga ikut beri pendapat terkait kompetisi yang diikutinya. Ia menilai prestasi ini jadi bukti bila mahasiswa Arsitektur UMS punya kemampuan untuk menghasilkan inovasi yang dapat bersaing di tingkat internasional.

Ia berharap Kercal bisa terus dikembangkan melalui riset dan pengujian lebih lanjut. Bahkan, ia berharap Kercal bisa dikomersialisasikan dalam industri konstruksi hijau.

"Harapannya, Kercal bisa terus dikembangkan, tidak hanya berhenti pada kompetisi, tetapi dapat masuk ke tahap pengembangan dan komersialisasi sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi industri konstruksi dan lingkungan," ungkapnya.

Selain medali perak, Ariz dan Radjabani juga mendapat apresiasi langsung dari Dr. Nguyen Hoang Giang, salah satu petinggi RIVA Vietnam. Keduanya mendapat penghargaan tambahan sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas dan inovasi yang dikembangkan.