"Pada forum ini kita menuntut dua hal, satu, bahwa ijazah Jokowi itu tidak ditemukan atau katakanlah menunggu sidang yang besok itu tetapi sudah hampir pasti bahwa ijazah Jokowi itu tidak ada yang asli," ujar Pembina Forum Kebangsaan Yogyakarta, Muhammad Chirzin, di gedung DPRD DIY, Rabu (4/11/2026).
"Kedua adalah ijazah Gibran, oleh sebab itu tuntutan kami adalah memakzulkan Gibran adili Jokowi," sambungnya.
Terkait aksi penurunan foto Gibran, kata Chirzin, hal tersebut merupakan aksi spontan. Namun, menurutnya, aksi itu memiliki pesan simbolis, yakni berkaitan dengan tuntutan pemakzulan Gibran.
"Penurunan foto Gibran di ruang sidang DPRD DIY mengandung pesan penurunan Gibran harga mati. Dalam sambutan saya sepintas di forum tadi, andai kata Dewan Perwakilan Rakyat RI tidak menindaklanjuti sebagaimana yang semestinya," ujarnya.