"Potensi yang kita miliki jangan hanya berhenti pada produksi. Harus ada pengolahan, pemasaran, inovasi, dan pengembangan bisnis sehingga memberikan nilai tambah," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Lamongan Anang Taufik mengatakan, Megpreneur 2026 dirancang untuk mencetak pebisnis sukses melalui pendampingan secara online maupun offline.
Program tersebut sekaligus ditujukan untuk memperkuat ekosistem bisnis dari hulu hingga hilir serta meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal.
"Peserta akan mendapatkan pendampingan dan mentoring untuk mengembangkan bisnisnya, memperluas jaringan, mendapatkan akses pasar, serta memahami inovasi dan keberlanjutan usaha," terang Anang.
Dari total 319 peserta yang mendaftar, sebanyak 200 peserta terpilih mengikuti Offline Session. Mereka berasal dari beragam sektor usaha, mulai agrobisnis, makanan dan minuman (F&B), jasa, hingga teknologi dan aplikasi.