"Tadi sudah membuktikan Bapake, bilang ke sini, 'Padine kok nggak kayak gini, panggenku kayak ngene', 1 hektar dia nanam varietasnya sama, tapi bagusan ini," sambungnya.

Di lahan Kelompok Tani Swa Katon Asri ini terdapat seratusan galon berisi padi yang sebentar lagi siap panen. Namun Sugio mengaku belum bisa memprediksi berapa beras yang dihasilkan dari tanam perdana padi ini.

"(Panen) Itu umur 110 hari. Ya kita belum tahu Mas ya (jumlah beras yang akan dihasilkan). Paling sekitar 10 hari lagi panen," terang Sugio.

Kelompok Tani Swa Katon Asri bersama Sugio kini telah mencoba tanam padi kedua. Kali ini, metode yang digunakan sedikit berbeda yakni dengan mina padi.

Mina padi adalah teknik pertanian terpadu yang menggabungkan penanaman padi dan pemeliharaan ikan (akuakultur) secara bersamaan di dalam satu lahan sawah.

"Ini kita mencoba lagi (tanam kedua) mina padi, itu sistemnya bibit kita taburkan, kita bibitkan dulu sampai umur 12-18 hari baru kita tanam. Nanamnya satu satu," ungkap Sugio.

"Ya bedanya kita pakai galon, bawahnya ikan lele. Harapannya nanti padinya gede, lelenya juga gede. Kan biasanya kan kalau padi itu kan ada kayak hama atau belalang to, nanti dimakan itu," pungkasnya.