Para ilmuwan, lanjut dia, mengembangkan pengetahuan dengan mengamati kebutuhan kehidupan, mulai dari penyediaan air hingga pelayanan kesehatan.

Tradisi tersebut perlu dihidupkan di kampus melalui keberanian bertanya, ketekunan meneliti, dan kemampuan mengubah pengetahuan menjadi manfaat.

"Kita perlu terus membangun tradisi bertanya, meneliti, dan menggunakan pengetahuan untuk memberikan manfaat," ujarnya.

Nasaruddin juga menyoroti peluang keterlibatan PTKIN dalam pengembangan teknologi hilirisasi, sehingga perguruan tinggi keagamaan memiliki ruang untuk membantu meningkatkan nilai tambah sumber daya yang dimiliki Indonesia.