"UIN dan perguruan tinggi keagamaan di bawah Kementerian Agama perlu berperan dalam pengembangan teknologi hilirisasi tersebut, tentu bersama perguruan tinggi umum juga," katanya.

Oleh karena itu, melalui OASE PTKIN, Menag berharap temuan mahasiswa terus disempurnakan hingga mampu menjadi kebanggaan bangsa dan memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan sains.

Meski demikian Menag mengingatkan kemampuan teknologi harus disertai bimbingan nilai dan tanggung jawab, perkembangan kecerdasan buatan perlu mendapat perhatian serius agar pemanfaatannya membawa kebaikan bagi kehidupan.

"Jangan sampai ilmu pengetahuan berkembang tanpa bimbingan nilai dan tanggung jawab. Kemampuan yang besar dapat membawa akibat yang merusak apabila digunakan dengan cara yang salah," kata Menag.