"Dilaporkan jumlah desa yang hilang wilayahnya sebanyak 29 desa di 6 kabupaten/kota, yaitu di Aceh ada 21 desa. Ini benar-benar hilang. Ada yang tadi saya bilang ada jadi sungai, ada yang tertimbun lumpur. Jadi sudah, desanya sudah nggak ada. Termasuk bangunannya dan sarana-prasarananya sudah nggak ada sama sekali," jelas Yandri dalam rapat Komisi V DPR bersama semua mitra kerja, di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
"Di Sumut ada 8 desa. Kemudian, di Provinsi Sumbar tidak terdapat desa yang hilang," imbuh Yandri.
Sementara pada 15 Agustus 2026, gempa dengan magnitudo 7,7 mengguncang Pulau Flores. Per Minggu (30/8), tujuh kabupaten di NTT terdampak, tim redaksi lain Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat. Kemudian tercatat 111 orang tewas akibat gempa.
Sejumlah gempa susulan terus melanda usai gempa utama M 7,7. Gempa susulan terbesar mempunyai kekuatan M 6,2.
"Hingga tanggal 1 September 2026 pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 10.863 aktivitas gempa susulan (after shock) dengan magnitudo terbesar 6,2," ujar Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, Selasa (1/9)