Lebih lanjut, Meutya mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya terkait kondisi Gunung Anak Krakatau.
"Dalam situasi seperti ini, informasi yang tidak benar dapat menimbulkan kepanikan. Karena itu, saring sebelum sharing. Pastikan informasi yang kita terima berasal dari sumber resmi dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Meutya.
Meutya pun mendorong masyarakat agar tetap tenang, namun juga meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang tinggal di dekat GAK dan yang wilayahnya turut terdampak abu vulkanik.
"Tetap waspada, tetap tenang, dan jangan mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya dari mana," jelasnya.
Sementara bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik, Meutya mengimbau untuk melakukan sejumlah langkah demi menjaga keselamatan dan kesehatan.
Pertama, gunakan masker yang tepat apabila harus beraktivitas di luar rumah, seperti masker N95 atau KN95, untuk membantu menyaring partikel abu vulkanik.