Kedua, gunakan kacamata pelindung dan hindari penggunaan lensa kontak atau softlens selama kondisi udara masih dipengaruhi abu vulkanik.
Ketiga, kurangi aktivitas di ruang terbuka. Apabila tidak ada keperluan mendesak, masyarakat disarankan untuk tetap berada di dalam ruangan dan membatasi paparan abu vulkanik.
Keempat, bagi masyarakat yang harus berkendara, kurangi kecepatan dan tingkatkan kewaspadaan. Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin.
Kelima, cuci tangan dan wajah setelah beraktivitas di luar ruangan serta pastikan sumber air bersih terlindungi dari paparan abu.
Selain itu, Meutya mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif, sesuai rekomendasi PVMBG.
"Keselamatan adalah yang utama. Tidak perlu panik, namun tetap selalu waspada dan menjaga keselamatan serta kesehatan," pungka Meutya.