“Sebab, hari ini, kekayaan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh apa yang digali dari dalam bumi, tetapi juga oleh apa yang diciptakan dari dalam pikiran. Mari kita lindungi kreativitas. Mari kita berinvestasi di dalamnya. Dan mari kita bawa karya-karya kreatif kita ke panggung dunia,” kata dia.
WCCE 2026 mengangkat tema Inclusively Creative, Collective Continuity dengan empat pilar pembahasan, yakni teknologi, kecerdasan buatan dan transformasi digital meliputi keberlanjutan dan ekonomi sirkular, kekayaan intelektual dan hak kreatif, serta inklusi, ekosistem kreatif, dan pemberdayaan komunitas.
Keempat pilar tersebut akan menjadi landasan Jakarta Vision on Creative Economy yang diharapkan memperkuat arah pengembangan ekonomi kreatif di tingkat global.
Melalui forum tersebut, Indonesia mendorong agar potensi ekonomi kreatif tidak hanya diakui sebagai bagian dari sektor budaya, tetapi juga sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan peluang usaha bagi negara-negara berkembang.