NADIKABAR.COM — Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menyebut, industri kreatif digital, khususnya animasi memiliki potensi untuk dikembangkan. Industri ini membuka peluang untuk menciptakan lapangan kerja berkualitas sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Dalam kunjungannya ke ke Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar, Bali, Sabtu (24/10), Sarmuji mengatakan, meski berbasis teknologi tinggi, industri animasi dinilai memiliki karakteristik padat karya karena membutuhkan keterlibatan sumber daya manusia (SDM) dalam berbagai tahapan produksinya.
"Potensinya besar sekali sekarang, apalagi di era digital, era AI, dan animasi yang terus berkembang. Saya agak surprise, ternyata teknologi digital itu tidak semata-mata padat modal dan padat teknologi, tetapi juga padat karya. Termasuk animasi, ternyata menyerap tenaga kerja yang banyak," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2026).
Dia mengatakan, industri animasi memiliki karakteristik tersendiri karena proses produksinya tetap membutuhkan keterampilan dan kreativitas manusia, meskipun perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) semakin pesat.
"Detail-detailnya tetap harus dikerjakan oleh manusia, khususnya untuk animasi. Tentu ini peluang yang sangat besar untuk penyerapan tenaga kerja kita. Kita berharap industri harus menjadi ladang bagi penyerapan tenaga kerja secara maksimal. Salah satunya justru pada industri digital ini kita menemukan penyerapan tenaga kerja yang banyak sekali," ungkapnya.