NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman tegaskan Indonesia memiliki kekuatan produksi pangan dalam negeri dan cadangan beras yang kuat. Sementara 33 negara baru mendorong  persediaan makanan, air minum, obat-obatan, dan kebutuhan dasar untuk menghadapi situasi darurat.

Amran mengingatkan RI patut bersyukur karena kondisi pangan nasional relatif aman. Ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan memicu krisis pangan global.

"Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan, dan gangguan rantai pasok, kondisi pangan Indonesia relatif aman. Kita punya produksi dalam negeri, punya cadangan, dan terus memperkuat kemampuan memenuhi kebutuhan pangan sendiri. Ini yang harus kita jaga," ujar Mentan Amran dalam keterangan resmi, Minggu (1/11).

Capaian kondisi pangan RI saat ini diklaim Amran sebagai hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah, serta kebijakan strategis dalam memperkuat produksi dan mewujudkan kemandirian pangan nasional.

Menurutnya, kemampuan negara memenuhi kebutuhan pangan sendiri menjadi sangat penting di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

Mentan Amran menjelaskan Indonesia memiliki modal kuat untuk menghadapi ketidakpastian tersebut. Cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton per Kamis (26/10).

Selain itu, terdapat sekitar 10 juta ton potensi beras dari standing crop atau tanaman padi yang siap dipanen serta sekitar 10 juta ton stok yang berada di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).