Petani juga menyampaikan persoalan distribusi pupuk yang masih belum memenuhi kebutuhan sebagian anggota kelompok, sehingga Mentan langsung menghubungi PT Pupuk Indonesia untuk meminta penyelesaian distribusi secepatnya.
Mentan menegaskan seluruh aspirasi petani harus segera ditindaklanjuti di lapangan sehingga persoalan distribusi pupuk tidak berhenti sebagai laporan, melainkan menghasilkan solusi nyata yang langsung dirasakan para petani.
Selain pupuk, kebutuhan benih juga menjadi perhatian pemerintah setelah petani menyampaikan perlunya dukungan untuk meningkatkan produktivitas lahan, sehingga Mentan memberikan bantuan benih padi bagi lahan seluas 1.000 hektare.
Mentan juga meminta petani segera melaporkan apabila bantuan yang telah diberikan masih belum mencukupi kebutuhan sehingga pemerintah dapat melakukan evaluasi dan penambahan sesuai kondisi lapangan.
Perwakilan petani menyampaikan apresiasi karena berbagai bantuan yang sebelumnya dijanjikan Kementerian Pertanian, termasuk traktor dan combine harvester, telah diterima serta dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan budidaya dan panen.
Mentan menegaskan pertemuan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam mendengarkan, merespons, dan menyelesaikan persoalan petani secara langsung demi memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi.
Ia juga meminta petani tidak perlu menghadapi birokrasi panjang ketika mengalami kendala sektor pertanian karena Kementerian Pertanian berkomitmen mempercepat penyelesaian persoalan melalui koordinasi langsung bersama kelompok petani.