Selain itu, dalam hasil temuannya, Liu menyebut, Teghaza 001 menandakan jejak air di Mars karena terdapat zirkon, yaitu sejenis kristal yang terbentuk ketika batuan cair mendingin.
"Zirkon seperti kapsul waktu yang memungkinkan kita untuk menentukan secara tepat usia pembentukan batuan," kata Liu.
Sementara itu, melalui metode sinar laser yang dikembangkan Melton, sampel Teghaza 001 memiliki komposisi unik karena pernah bersentuhan dengan air saat masih berada di kerak Mars miliaran tahun yang lalu.Teghaza 001 disebut mengandung sebagian besar dua mineral kaya kalsium serta isotop oksigen dengan jumlah yang belum pernah ditemukan pada sampel meteorit sebelumnya.
Setelah mempelajari Teghaza 001, para ilmuwan kemudian sepakat untuk melanjutkan penelitian dengan mengidentifikasi 13 titik lokasi yang memungkinkan ditemukannya meteorit ini.