"Ini berhubungan dengan kecepatan kami dalam melayani masyarakat. Kita bayangkan saat terjadi kebakaran, kita memerlukan kecepatan air yang terdekat dengan lokasi itu, sementara lokasi itu tidak bisa diakses karena hidrannya rusak dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab," kata Theofilio.
"Posisi hidran hampir menyebar di seluruh Kota Bogor, ada 500-an titik. Itu ada di posisi yang padat penduduk, posisi yang memang aksesnya rawan. Apabila kejadian kebakaran kita ambil airnya ke mana?," imbuhnya.
Theofilo mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi fire hidrant. Dia mengatakan pencurian hidran salah satu kejahatan darurat.
"(Pencurian hidran) ini darurat, ini kelakuan ini tidak bisa dibenarkan, ini zalim. Saat ada kejadian kebakaran, terus kita perlu air dan airnya enggak bisa diambil karena barangnya, alatnya rusak, itu kan sangat tidak manusiawi orang yang melakukan itu," kata Theofilo.