NADIKABAR.COM — Nifas merupakan darah yang keluar dari rahim perempuan setelah melahirkan. Setelah darah nifas berhenti, seorang perempuan wajib melakukan mandi wajib.

Dalam Islam, perempuan yang sedang mengalami nifas memiliki beberapa ketentuan ibadah yang berbeda dari kondisi normal, termasuk tidak melaksanakan salat dan puasa selama darah nifas masih keluar.

Mengutip Buku Lengkap Fiqih Kehamilan & Melahirkan karya Rizem Aizid, dalam sebuah riwayat dari Aisyah bahwa Asma' pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang mandi haid. Beliau menjawab, "Hendaklah seseorang di tim redaksi kalian mengambil air wudhu dan daun sidrah-nya (sekarang misalnya sabun). Lalu ia bersuci dan membaguskan bersucinya. Kemudian ia menuangkan (air) di atas kepalanya lalu menggosok-gosoknya dengan kuat sehingga mencapai ujung kepala. Selanjutnya ia menuangkan air (ke seluruh tubuhnya), kemudian mengambil kain yang diberi wewangian lalu ia membersihkan dengannya."

Asma berkata, "Bagaimana cara membersihkan dengannya?"

Aisyah berkata (seolah-olah ia merahasiakan hal itu), "Ikutilah sisa-sisa darah." Asma juga bertanya tentang mandi janabah. Dan Rasulullah SAW menjawab, "Hendaklah ia mengambil air lalu ia bersuci dan membaguskan atau menyempurnakan bersucinya. Kemudian menuangkan air di atas kepalanya dan menggosok-gosoknya sehingga sampai ke ujung kepala lalu mengguyurkan air di atasnya."

Aisyah berkata, "Sebaik-baik perempuan adalah perempuan Anshar karena rasa malu tidak mencegah mereka untuk memahami agama." (HR Bukhari dan Muslim)

Mengutip buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari dari Kandungan hingga Kematian yang ditulis Dr. Muh. Hambali, M.Ag., berikut bacaan niat mandi nifas:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitul ghusla liraf'i hadatsin nifaasi lillahi Ta'aala.

Artinya: "Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta'ala."

Dirangkum dari buku Fiqh Ibadah karya Zaenal Abidin berikut tata cara mandi nifas atau mandi wajib bagi perempuan setelah melahirkan:

2. Bersihkan telapak tangan sebanyak 3 kali. Hal ini disunahkan Rasulullah SAW, bertujuan agar tangan bersih dan terhindar dari najis.

3. Bersihkan kotoran yang menempel di sekitar tempat yang tersembunyi dengan tangan kiri. Bagian tubuh yang biasanya kotor dan tersembunyi tersebut adalah bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, dan pusar.

4. Setelah membersihkan kemaluan, cuci tangan dengan menggosok-gosoknya dengan tanah atau sabun. Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang.

5. Lakukan gerakan wudhu yang sempurna seperti ketika kita akan salat, dimulai dari membasuh tangan sampai membasuh kaki.

6. Memasukkan tangan ke dalam air, kemudian sela pangkal rambut dengan jari-jari tangan sampai menyentuh kulit kepala. Jika sudah, guyur kepala dengan air sebanyak 3 kali. Pastikan pangkal rambut juga terkena air.

7. Bilas seluruh tubuh dengan mengguyurkan air. Dimulai dari sisi yang kanan, lalu lanjutkan dengan sisi tubuh kiri.

8. Saat menjalankan tata cara mandi wajib, pastikan seluruh lipatan kulit dan bagian tersembunyi ikut dibersihkan.