Ia mengatakan, perusahaan tersebut baru memberikan pemberitahuan pada tanggal 10 September, namun pemberitahuan itu berupa email yang dikirimkan ke kotak masuk umum saja.

Adapun kekhawatiran global mengenai kemampuan perangkat AI canggih terus meningkat menyusul serangkaian insiden peretasan yang melibatkan model dari OpenAI maupun pengembang pesaingnya, Anthropic.

Perangkat OpenAI tersebut sedang melakukan penelitian kesehatan ketika mencoba mengakses sejumlah data yang dibatasi aksesnya, kata Albanese.

"Saat aksesnya diblokir, perangkat itu mencari cara untuk mengakali pemblokiran tersebut. Saya rasa OpenAI menyadari perlunya penerapan protokol yang lebih baik," ujarnya.

"Ini adalah proyek penelitian yang merambah ke area yang seharusnya tidak diaksesnya," imbuhnya.

Albanese menambahkan, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pelanggaran keamanan yang lebih luas terhadap jaringan layanan pemerintah. Namun pihaknya menyelidiki peristiwa itu.

"Sejauh ini diyakini tidak ada informasi pribadi yang diakses, namun penyelidikan masih terus berlangsung," katanya.