Kredibilitas BGS di tingkat global akan sangat bergantung pada kemampuannya merangkul komunitas medis domestik. Sengketa kebijakan yang masih belum tuntas di tanah air dinilai berpotensi merusak reputasi diplomasi kesehatan Indonesia.

Dicky berharap momentum pencalonan BGS ini dimanfaatkan untuk melakukan pembenahan internal yang substantif, bukan sekadar etalase politik luar negeri.

"Dukungan yang kuat dari dalam negeri baru akan tercipta jika ada sinergi dan perbaikan nyata. Jangan sampai pencalonan ini justru menjadi bumerang diplomasi bagi Indonesia di World Health Assembly (WHA) Mei 2027 mendatang," pungkas Dicky.