NADIKABAR.COM — anak dalam rangkaian Pameran Pembangunan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Karangasem menuai polemik. Sejumlah pihak mempertanyakan mekanisme penentuan penyaji terbaik karena hasil parade disebut menjadi salah satu pertimbangan untuk menentukan wakil Karangasem ke Pesta Kesenian Bali (PKB) tahun berikutnya.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karangasem menegaskan kegiatan tersebut bukan perlombaan, melainkan parade tersebut hanya bertujuan mengamati dan mencari penyaji terbaik. Sehingga tidak ada yang dapat juara 1 atau seterusnya.
Kepala Disbudpar Karangasem I Putu Eddy Surya Artha mengatakan dalam setiap parade gong kebyar maupun baleganjur terdapat pengamat yang bertugas menilai kualitas penampilan peserta berdasarkan sejumlah kriteria. Hal tersebut bertujuan untuk mencari penyaji terbaik bukan mencari juara 1.
"Ini bukan lomba, tetapi parade. Namun dari parade ini kami mencari penyaji terbaik yang nantinya akan ditunjuk mewakili Karangasem ke PKB," kata Surya Artha, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, polemik tersebut muncul setelah adanya protes dari salah satu kecamatan yang mengeklaim ada kecamatan yang menggunakan penabuh atau peserta dari luar wilayah. Sehingga mereka meminta Kecamatan tersebut di diskualifikasi.