Masril berjualan batu akik di Pasar Rawa Bening sejak 2014. Dia mengaku tak punya pilihan selain berjualan batu akik untuk menyambung hidup.

"Mau ngelamar ke sini-sana kita udah tua, umur udah lanjut," ujarnya.

Masril menilai penurunan pembeli di Pasar Rawa Batu Akik terjadi juga karena kondisi ekonomi masyarakat. Saat ini pembeli batu akiknya per hari kian tak menentu.

"Dulu ya seenaknya aja ngomongnya. Berapa ini, Rp500 ribu ke atas. Paling murahnya Rp300 ribu," ujarnya.

Seorang pedagang batu akik lainnya, Andi (73), menyebut warga yang datang ke Pasar Rawa Bening, justru lebih banyak hendak menjual kembali batu akiknya dibanding membeli.