Andi sudah berjualan batu akik di Pasar Rawa Bening selama 14 tahun. Menurutnya, Pasar Rawa Bening saat ini sudah mulai sepi pembeli.
"Ya orang butuh, ya nggak ada beli, jual. Daripada dia keluar duit di ATM, mendingan dia jualin barang bekas. Udah lama nggak kepakai, dia jual-jualin murah juga. Yang kaya, yang itu juga sama, pada ngejualin. Banyak saya dapat barang murah. Tapi kita jual juga susah, ya pembelinya nggak ada," kata Andi.
Andi menyebut pasar mulai sepi sejak pandemi Covid-19. Kebijakan pembatasan saat itu membuat tak banyak yang datang ke pasar. Setelah itu semakin jarang pembeli bertandang.
Andi mengenang dirinya bisa menjual satu batu akik bernilai puluhan juta rupiah, tapi kini tak lagi. Dia mengaku tak punya pilihan selain berjualan batu akik untuk menyambung hidup.
"Bacan aja, bacan dulu Rp10 juta. Sekarang paling bisa kejual sejuta udah bagus. Jangan harap yang muluk-muluk laku. Mau jual mahal nggak bisa, jual Rp2 juta. Umpamanya dulu Rp10 juta, sekarang paling kejual Rp2 juta. Kalau mau pakai duit, kalau mau ngejual mahal lagi nggak bisa," ujarnya.