Nahas saat korban berjalan mundur, ia tidak menyadari ada jurang di depan rombongan. Hal ini membuat korban terperosok.
"Saat posisi badan menghadap ke belakang atau berjalan mundur itulah survivor tidak menyadari bahwa ada jurang di depannya sehingga survivor terperosok dan jatuh ke jurang," ungkap Budiono.
Budiono menuturkan seseorang dari rombongan itu langsung menelepon Basarnas begitu korban terjatuh. Pihaknya pun langsung menerjunkan satu tim evakuasi.
"Jadi kami menerima telepon langsung dari rekan survivor bahwa salah satu dari mereka jatuh ke jurang saat melakukan herping. Kami kirimkan satu tim lengkap dengan perlengkapan pertolongan di ketinggian untuk melakukan evakuasi," terang Budiono.