Dalam arahannya, Mu'ti juga mengungkap adanya beberapa gangguan dari pihak luar yang sempat terjadi. Ada pihak yang mencoba memanfaatkan kelemahan kepala sekolah dalam mengelola anggaran.

"Jadi jangan sampai kelemahan para kepala sekolah itu justru dalam tanda petik dijadikan alasan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk membuat program tidak dilaksanakan sebagaimana peraturan yang berlaku," kata Mu'ti.

"Pengalaman tahun 2025 dan sekarang tahun 2026 yang masih berjalan, memang ada kelompok masyarakat tertentu yang mereka datang secara incognito atau bahkan mungkin memang sengaja melakukan usaha-usaha yang membuat para kepala sekolah tidak dapat bekerja dengan tenang, tidak dapat bekerja dengan sebaik-baiknya," sambungnya.

Di akhir, Mendikdasmen juga mengingatkan pihak sekolah untuk menyampaikan kondisi sekolah dengan benar. Pasalnya masih ada beberapa sekolah yang layak tetapi membuat laporan kerusakan.

"Dan tolong jangan karena mengejar anggaran yang tidak rusak kemudian dilaporkan rusak atau dirusak supaya dapat bantuan," pungkasnya.