Selama menunggu penanganan permanen, kendaraan masih diperbolehkan melintasi lokasi dengan pembatasan berat maksimal 10 ton. Pengaturan tersebut diterapkan untuk menjaga akses masyarakat sekaligus menyesuaikan beban kendaraan dengan kondisi jalan yang terdampak.
Distribusi BBM ke Nias Selatan juga tetap berjalan melalui koordinasi Pemkab Nias dan PT Pertamina Patra Niaga. Mobil tangki berkapasitas sekitar 5.000 liter masih dapat melintasi lokasi, sedangkan muatan dari kendaraan berkapasitas 8.000 dan 16.000 liter dipindahkan menggunakan metode over pumping.
Melalui skema tersebut, BBM dipindahkan dari mobil tangki di sisi sebelum longsoran ke kendaraan lain yang menunggu di sisi setelah longsoran. Proses distribusi membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kondisi normal, tetapi mampu menjaga pasokan energi ke Nias Selatan tetap berjalan.