Berdasarkan analisis dampak FTA/CEPA, IEU-CEPA berpotensi meningkakan ekspor Indonesia hingga US$10,9 miliar, I-CA CEPA sebesar US$1,6 miliar, dan I-EAEU FTA mencapai US$2,2 miliar hingga US$2,89 miliar.
Setelah melalui proses intensif, perundingan IEU-CEPA kini telah memasuki tahap finalisasi teknis di Dewan Uni Eropa untuk menyongsong penandatanganan dan target implementasi penuh. Langkah ini dipastikan memperluas akses pasar ekspor manufaktur nasional, menghapus hambatan tarif, dan memperkuat rantai pasok global Indonesia.
"Menko Airlangga menargetkan proses ratifikasi IEU-CEPA dapat diselesaikan pada semester II 2026 sehingga implementasinya dapat dimulai pada awal 2027," ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto.
Langkah strategis lainnya disatukan melalui proses aksesi Indonesia menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang memegang status calon anggota resmi (acceding country), Indonesia terus menerima dukungan penuh dari negara-negara anggota OECD untuk mempercepat penyelesaian Peta Jalan Aksesi (Accession Roadmap) menuju keanggotaan penuh pada tahun 2028.
Pertumbuhan Ekosistem AI, Investasi Data Center, dan Kesiapan SDM Masa Depan