NADIKABAR.COM — Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah memperkuat posisi tawar Indonesia di tingkat internasional serta membentuk struktur ekonomi domestik yang lebih tangguh dan berdaya saing dalam upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Salah satu caranya, lewat integrasi perluasan akses pasar global dan percepatan digitalisasi dalam negeri guna menarik investasi berkualitas. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan setiap kerja sama internasional dan agenda digital akan berdampak langsung pada pembukaan lapangan kerja serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Perluasan Akses Pasar Global dan Daya Tarik Investasi
Di panggung internasional, Indonesia berhasil menuntaskan perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Kesepakatan strategis yang diinisiasi sejak kepemimpinan Indonesia di ASEAN ini telah rampung substansinya dan siap ditandatangani di ajang KTT ASEAN.
Kerangka kerja sama tersebut diproyeksikan melipatgandakan nilai potensi ekonomi digital kawasan ASEAN hingga mencapai US2 triliun pada tahun 2030, dengan Indonesia memegang porsi terbesar di kawasan.
Pemerintah juga secara aktif mengawal tiga Free Trade Agreement (FTA)/CEPA strategis yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat, yaitu Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia-Canada CEPA (I-CA CEPA), dan Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).