NADIKABAR.COM — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berupaya memangkas ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menghemat uang negara hingga Rp50 triliun dari potensi pemborosan anggaran.
"Di zamannya Pak Prabowo diminta 1.077 BUMN itu dikurangi menjadi 300 BUMN saja. Kalau bisa jumlahnya 200 atau 100. Ini menghemat uang negara lebih dari Rp50 triliun," kata Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria dalam keterangannya dikutip di Jakarta, Kamis.
Dalam acara "Dialog Nasional Refleksi 2 Tahun Pemerintah Presiden Prabowo Subianto", Hariqo menyebutkan bahwa perampingan itu merupakan upaya pemerintah untuk mengedepankan efisiensi operasional perusahaan plat merah.
Presiden dinilai lebih mengutamakan kepentingan masyarakat luas ketimbang membiarkan perusahaan milik negara dikelola tanpa arah yang jelas.