NADIKABAR.COM — Memasuki dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Pemerintah Indonesia terus memperkuat langkah strategis di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global guna mengamankan serta mengakselerasi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.
Melalui pendekatan ganda yang responsif dan visioner, Indonesia berhasil mengukuhkan posisi tawar di kancah global sekaligus meletakkan fondasi kokoh bagi perekonomian nasional yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Integrasi antara perluasan akses pasar internasional dan digitalisasi domestik menjadi kunci utama pemerintah dalam mendorong daya saing nasional serta menarik investasi berkualitas.
Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian secara aktif mengawal berbagai agenda prioritas agar setiap kesepakatan internasional dan program digitalisasi memberikan dampak nyata, terutama terhadap perluasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Perluasan Akses Pasar Global dan Daya Tarik Investasi
Di panggung internasional, Indonesia berhasil menorehkan tonggak bersejarah melalui penuntasan perundingan ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA). Kesepakatan strategis yang diinisiasi sejak Indonesia memegang kepemimpinan di ASEAN ini telah rampung secara substansi dan siap ditandatangani pada KTT ASEAN.
Kerangka kerja sama ini diproyeksikan melipatgandakan potensi nilai ekonomi digital kawasan ASEAN hingga mencapai USD 2 triliun pada 2030, dengan Indonesia memegang porsi terbesar di kawasan.