NADIKABAR.COM — Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berupaya menggalang dukungan pemilih di tengah persaingan ketat dalam pemilu pertama sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Netanyahu bahkan meminta pendukungnya membatalkan kegiatan rekreasi dan segera menuju tempat pemungutan suara (TPS).

Dilansir AFP, Rabu (28/10/2026), Netanyahu menyerukan agar tempat pemungutan suara tetap dibuka setelah jadwal penutupan pukul 22.00 waktu setempat. Dia juga melontarkan tuduhan bahwa warga Arab Israel berupaya "mencuri pemilu", yang memicu tudingan intimidasi dari anggota komunitas minoritas tersebut.

"Kita tidak bisa membiarkan pertarungan ini berakhir di tangan kelompok kiri dan partai-partai Arab yang ingin mengakhiri negara Yahudi," kata Netanyahu dengan nada tegang saat berbicara kepada para pendukungnya di wilayah basis Partai Likud.

"Jadi, jangan ada acara barbeku, jangan pergi ke pantai. Pergilah ke TPS dan pilih Likud," imbuhnya.

Komite Pemilihan Umum Israel mencatat tingkat partisipasi pemilih secara nasional mencapai 66,7 persen hingga pukul 18.00 waktu setempat. Angka itu menjadi yang tertinggi pada jam tersebut sejak pencatatan statistik serupa dimulai pada 1973.