Partai Yashar yang dipimpin Eisenkot pada Selasa memperingatkan bahwa Netanyahu sedang "menyiapkan landasan untuk menggugat hasil pemilu". Partai itu juga menolak seruan Netanyahu untuk memperpanjang waktu pemungutan suara karena dinilai tidak ada "insiden luar biasa" yang membenarkannya.
Sebelum memberikan suara, Eisenkot yang berusia 66 tahun secara tertutup mengunjungi makam putranya, Gal, yang tewas saat bertempur di Gaza. Kematian Gal menuai simpati dari banyak warga Israel.
Setelah itu, Eisenkot mengajak masyarakat menggunakan hak pilih untuk mengganti pemerintahan Netanyahu.
"Pemerintahan terburuk sejak negara ini didirikan," ujar Eisenkot, merujuk pada pemerintahan yang dipimpin rival politiknya tersebut.