"Kalau kami terpaku kondisi existing sekarang, tentu tidak akan pernah bisa buat jalan. Makanya kami terapkan teknologi jalan terowongan sekitar 2,4 kilometer dari Gatsu ke arah barat," kata Adi Arnawa.
Mantan Sekda Badung itu memastikan pembangunan jalan baru itu tidak mengubah kawasan hijau atau mengganggu lahan produktif di sekitar kawasan terdampak proyek. "Kami tidak mau ketika membuat jalan baru, nanti terjadi alih fungsi lahan karena jalur ini melewati sawah-sawah," ucapnya.
Proyek jalan lingkar ini dirancang untuk mulai melakukan pembebasan lahan pada 2027 dan dilanjutkan pengerjaan konstruksi pada 2028. Untuk mematangkan perencanaan teknis, Pemkab Badung telah menggaet konsultan asal Shanghai, China.
"Kemarin kami sudah bertemu dengan konsultan dari Shanghai dan memberikan waktu tiga minggu untuk membuat kajian. Menurut konsultannya, teknologi terowongan ini menjadi yang pertama di Indonesia," kata Adi Arnawa.