Jumlah itu mengalami peningkatan dibandingkan Tahun 2025 di periode yang sama dengan mencapai 55 kasus.

Menurut dia, penemuan kasus ini penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit dan mempercepat mulainya pengobatan tuberkulosis.

Penemuan kasus ini dilakukan melalui kegiatan penjaringan kasus melalui Active Case Finding (ACF) yang lebih banyak dilaksanakan serta Kualitas Investigasi Kontak (IK) lebih meningkat.