Eri berharap kompetisi ini dapat melahirkan perubahan positif dan nyata di setiap sudut perkampungan.
"Saya berharap output dan outcome dari lomba Kampung Pancasila ini adalah perubahan kampung yang aman, kampung yang tidak ada pencurian motor, kampung yang bisa ramah anak dan perempuan, kampung yang sejahtera. Insyaallah saya yakin itu bisa terwujud dengan kampung Pancasila. Karena sejatinya Surabaya memiliki budaya arek yang memang saling menolong dan saling gotong royong," harapnya.
Sementara itu, Ketua Satgas Kampung Pancasila sekaligus Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto menjabarkan secara teknis mengenai empat pilar basis penilaian tersebut.
"Lomba Kampung Pancasila basis penilaiannya pada empat pilar. Pertama terkait dengan pilar lingkungan, pilar kemasyarakatan, pilar ekonomi, dan pilar sosial budaya," kata Irvan.
Fokus penilaian pilar lingkungan menitikberatkan pada program pengurangan sampah melalui praktik pemilahan mandiri. Pilar kemasyarakatan mencakup jaminan keamanan lingkungan, seperti keberadaan CCTV dan jadwal jaga malam. Adapun pilar ekonomi menyoroti kepedulian warga dalam membantu masyarakat kurang mampu dan geliat UMKM.
"Artinya, di level RT dan RW bagaimana warga yang mampu bisa membantu warga yang kurang mampu. Itu filosofinya," tegas Irvan.
Pilar sosial budaya berfokus pada kualitas hidup seperti akses kesehatan, pendidikan, dan atensi terhadap anak putus sekolah. Irvan menerangkan tahapan lomba tingkat kota ini akan bergulir panjang sejak September hingga Desember 2026.
"Jadi di tahapan itu ada launching, pendaftaran secara online dan seleksi administrasi," terang Irvan.
Tahap seleksi administrasi nantinya akan merujuk pada rekam jejak data di dalam aplikasi Sayang Warga.