Selain kemampuan bahasa, pelatihan diarahkan pada kompetensi sebagai pengemudi, mulai dari keterampilan teknis, keselamatan transportasi, eco-driving, pemahaman regulasi, hingga pelayanan kepada penumpang.
Adapun peluang kerja di Jepang juga menunjukkan peningkatan, terlihat dari penempatan pekerja migran asal Jateng ke negara tersebut naik dari 3.760 orang pada 2024 menjadi 5.712 orang pada 2025 atau sekitar 52 persen.
Head of the Presidentβs Office 3EEE Inc Japan, Hideo Mori mengatakan keterlibatan pemerintah diperlukan agar proses penyiapan dan penempatan tenaga kerja memiliki mekanisme yang jelas, serta memberikan kepastian bagi calon pekerja.
"Program seperti ini perlu dijalankan bersama dengan pemerintah. Kalau pemerintah tidak ikut terlibat, akan sulit menentukan aturan atau mekanismenya," katanya.
Menurut dia, koordinasi juga diperlukan untuk menjembatani informasi mengenai visa dan ketentuan bekerja di Jepang.