Ia menilai pembahasan tersebut perlu segera ditindaklanjuti karena Jepang sedang menghadapi kekurangan tenaga kerja.
"Kekurangan tenaga kerja memang merupakan kondisi yang sedang terjadi sekarang. Karena itu, pembahasan seperti ini perlu dilakukan dan diputuskan secepat mungkin," katanya.
Sementara itu, CEO 3EEE Inc Japan Norio Tanaka menambahkan kebutuhan tenaga kerja berkaitan dengan perubahan demografi Jepang.
Populasi Jepang yang saat ini sekitar 120 juta orang diperkirakan turun menjadi kurang dari 100 juta setelah 2040, dengan sekitar 40 persen berada pada kelompok lanjut usia.
"Setelah memperoleh pengalaman di Jepang, mereka dapat membawa pulang pengetahuan maupun praktik maju dari Jepang dan memanfaatkannya untuk pembangunan Indonesia di masa depan," katanya.