Selain menemukan material menyerupai kayu, tim Noah's Ark Scans sebelumnya menggunakan teknologi ground-penetrating radar (GPR) atau radar penembus tanah untuk menyelidiki struktur Formasi DurupΔ±nar.

Hasil pemindaian tersebut menunjukkan dugaan adanya jaringan ruang dan lorong di bawah tanah. Tim menilai struktur yang terdeteksi memiliki kemiripan dengan deskripsi Kapal Nabi Nuh dalam Alkitab.

Dalam penelitiannya, Jones menyebut salah satu rongga utama yang teridentifikasi melalui interpretasi hasil pemindaian sebagai Atrium. Dia juga menduga kompartemen di bawah tanah tersebut dapat menampung hewan serta Nabi Nuh dan keluarganya.

Namun, hasil pemindaian radar belum membuktikan bahwa struktur bawah tanah tersebut merupakan bangunan buatan manusia ataupun bagian dari sebuah kapal.

Peneliti juga melakukan analisis komposisi tanah untuk memperkuat dugaan mereka. Sampel tanah yang dikumpulkan dari bagian dalam formasi dilaporkan memiliki kandungan bahan organik sekitar tiga kali lebih tinggi dan kadar kalium 38% lebih banyak dibandingkan sampel tanah dari bagian luar.

Jones mengaitkan tingginya kandungan bahan organik tersebut dengan kemungkinan adanya kayu yang telah membusuk.