"Kapal Nabi Nuh adalah sebuah kapal kayu raksasa, menurut Alkitab," kata Jones.

Dia menjelaskan bahwa proses pembusukan kayu dapat meningkatkan kandungan bahan organik di dalam tanah. Meski demikian, perbedaan komposisi tanah tersebut belum cukup untuk membuktikan keberadaan kapal kayu karena faktor lingkungan dan geologi juga dapat memengaruhinya.

Jones menyebut ekspedisi pengeboran dan pemindaian yang dilakukan pada musim gugur sebelumnya semakin memperkuat keyakinan tim terhadap temuan tersebut.

Menurut dia, penyelidikan itu tidak menemukan batuan dasar alami yang selama ini diyakini sejumlah kritikus berada di bawah formasi tersebut. Sebaliknya, tim melaporkan menemukan tanah berwarna gelap dengan kandungan material organik yang cukup tinggi.

Tim peneliti berencana melakukan pengujian tambahan untuk mencari jejak kayu yang telah membusuk maupun material organik lainnya.

Meski berbagai temuan tersebut memunculkan dugaan baru mengenai Formasi DurupΔ±nar, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memastikan struktur geologi di dekat Gunung Ararat itu merupakan Kapal Nabi Nuh sebagaimana dikisahkan dalam Alkitab.