NADIKABAR.COM — Peneliti yang menyelidiki formasi geologi berbentuk kapal di Turki mengklaim menemukan material menyerupai kayu yang terkubur hampir 9 meter di bawah permukaan tanah.

Temuan tersebut kembali memunculkan dugaan bahwa lokasi itu berkaitan dengan Kapal Nabi Nuh yang disebut dalam kisah Alkitab. Penemuan ini dilaporkan berasal dari Formasi Durupınar, sebuah struktur geologi sepanjang sekitar 538 kaki atau 164 meter yang berada di dekat Gunung Ararat, Turki. Lokasi ini telah menarik perhatian para peneliti selama puluhan tahun karena bentuknya yang menyerupai kapal.

Dikutip dari The Times of India, Jumat (30/10/2026) tim peneliti yang dipimpin Andrew Jones, pendiri Noah's Ark Scans, mengungkapkan telah menemukan material kayu yang hangus maupun tidak hangus pada kedalaman hampir 30 kaki atau sekitar 9 meter.

Jones menduga material tersebut berpotensi menjadi sisa-sisa Kapal Nabi Nuh. Meski demikian, asal-usul material yang ditemukan masih harus dipastikan melalui penelitian lebih lanjut.

Dia pun mengakui adanya kemungkinan lain bahwa material yang hangus tersebut berasal dari api unggun yang pernah dinyalakan seorang penggembala ketika berlindung di lokasi itu.

Tim peneliti belum dapat memastikan apakah material tersebut sengaja dibakar atau terkena api akibat peristiwa alam, seperti sambaran petir maupun aktivitas vulkanik.

Peneliti menduga proses pembakaran mungkin membantu mengawetkan sebagian material dengan memperlambat proses pembusukan. Mereka juga menghubungkan temuan tersebut dengan kisah Alkitab yang menyebutkan bahwa Nabi Nuh diperintahkan melapisi kapalnya menggunakan ter atau aspal agar kedap air.

Selain menemukan material menyerupai kayu, tim Noah's Ark Scans sebelumnya menggunakan teknologi ground-penetrating radar (GPR) atau radar penembus tanah untuk menyelidiki struktur Formasi Durupınar.

Hasil pemindaian tersebut menunjukkan dugaan adanya jaringan ruang dan lorong di bawah tanah. Tim menilai struktur yang terdeteksi memiliki kemiripan dengan deskripsi Kapal Nabi Nuh dalam Alkitab.

Dalam penelitiannya, Jones menyebut salah satu rongga utama yang teridentifikasi melalui interpretasi hasil pemindaian sebagai Atrium. Dia juga menduga kompartemen di bawah tanah tersebut dapat menampung hewan serta Nabi Nuh dan keluarganya.

Namun, hasil pemindaian radar belum membuktikan bahwa struktur bawah tanah tersebut merupakan bangunan buatan manusia ataupun bagian dari sebuah kapal.

Peneliti juga melakukan analisis komposisi tanah untuk memperkuat dugaan mereka. Sampel tanah yang dikumpulkan dari bagian dalam formasi dilaporkan memiliki kandungan bahan organik sekitar tiga kali lebih tinggi dan kadar kalium 38% lebih banyak dibandingkan sampel tanah dari bagian luar.

Jones mengaitkan tingginya kandungan bahan organik tersebut dengan kemungkinan adanya kayu yang telah membusuk.

"Kapal Nabi Nuh adalah sebuah kapal kayu raksasa, menurut Alkitab," kata Jones.

Dia menjelaskan bahwa proses pembusukan kayu dapat meningkatkan kandungan bahan organik di dalam tanah. Meski demikian, perbedaan komposisi tanah tersebut belum cukup untuk membuktikan keberadaan kapal kayu karena faktor lingkungan dan geologi juga dapat memengaruhinya.

Jones menyebut ekspedisi pengeboran dan pemindaian yang dilakukan pada musim gugur sebelumnya semakin memperkuat keyakinan tim terhadap temuan tersebut.

Menurut dia, penyelidikan itu tidak menemukan batuan dasar alami yang selama ini diyakini sejumlah kritikus berada di bawah formasi tersebut. Sebaliknya, tim melaporkan menemukan tanah berwarna gelap dengan kandungan material organik yang cukup tinggi.

Tim peneliti berencana melakukan pengujian tambahan untuk mencari jejak kayu yang telah membusuk maupun material organik lainnya.

Meski berbagai temuan tersebut memunculkan dugaan baru mengenai Formasi Durupınar, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memastikan struktur geologi di dekat Gunung Ararat itu merupakan Kapal Nabi Nuh sebagaimana dikisahkan dalam Alkitab.